Kap's Closet

About The Closet   Links   

Vain and vanity. Which I love.

Paraben dan makeup

It’s interesting to know how you could learn something new even from the simplest keyword at Google.

Gw lagi nyari artikel soal aplikasi eyeshadow warna hijau punya Etude - gw punya, tapi gw jarang make karena tiap gw pake di mata gw, kesannya jadi lusuh gitu - dan gw pengen tau gimana cara aplikasinya supaya keliatan lebih mendingan di mata gw.

Sampailah gw ke blog punya seorang mahasiswi Filipina bernama Erika.

Karena blog dia juga soal makeup, gw jadi tertarik baca-baca entri lama dan liat-liat review dari dia. Rata-rata dia ngebahas soal produk dari Asia, terutama Korea.

Dan dia sempet nyebut (di bagian komentar) soal Paraben.

Dari yang gw baca di blognya dia, Paraben itu salah satu zat kimia yang kurang baik akibatnya ke tubuh; bahkan dianggap menjadi salah satu pemicu kanker payudara.

Masalahnya, Paraben itu zat paling umum yang ada di kosmetik! Karena gw penasaran, gw cek lah perlengkapan lenong gw yang sedang gw bawa ini, dan ada di salah satu produk eyeshadow gw.

Penasaran (dan juga deg-degan) gw cari lagi di Wiki. Gw liat, ada tiga zat turunan dari Paraben yang paling sering dipake: Methylparaben, Ethylparaben, dan Propylparaben. Fungsinya itu untuk anti-jamur (anti-fungi) supaya produk makeup bertahan lama.

Dari yang gw baca, hasil studi soal Paraben ini sendiri sebenernya masih dalam perdebatan. Ada yang bilang kumulasi zat ini dalam tubuh akan merusak, tapi ada kalimat yang menarik:

Parabens are rapidly absorbed, metabolized, and excreted.

Jadi ya mudah dikeluarkan juga.

Ini bikin gw inget sama kasus formalin yang sempet rame di pasta gigi dan kasus penggunaan enzim babi sebagai katalis untuk proses pembuatan bumbu penyedap.

Dosen gw pernah kerja di Unilever. Ga tanggung-tanggung, pengalaman dia di Unilever itu 20 tahun. Soal formalin itu, dia komentar, “kadarnya sangat kecil sehingga nggak membahayakan pengguna.”

Dan soal enzim dari babi sebagai katalis, guru Kimia gw waktu SMU juga ngejelasin soal itu; “Enzim katalis itu digunakan HANYA untuk mempercepat reaksi. Setelah itu akan diambil sampai nggak bersisa; sehingga hitungannya di produk itu ga ada unsur babi sama sekali. Tapi sebenernya tergantung ke kita sih. Kalau hitungan halal dan haram, proses pembuatannya memang menggunakan “bantuan” dari babi. Kalau amannya, ga mengkonsumsi bumbu penyedap itu ya gapapa. Tapi sekali lagi, ga ada unsur babi di dalam bumbunya, karena sifatnya hanya enzim katalase.”

Nah, soal Paraben ini gimana?

Sebenernya gw pengen banget nanya ke perusahaan makeup, apalagi yang sering gw pake, tapi gw ga tau contact person-nya, huhu.

Tapi dari yang gw baca-baca, SEHARUSNYA sih aman ya. Maksud gw, perkembangan produksi barang-barang konsumsi sehari-hari harusnya udah lebih aman; perkembangan standar kualitas produk dan kesehatan juga makin bagus.

Unilever juga membuat pernyataan mengenai dugaan antara Paraben dengan deodoran di sini.

Again, it’s up to the consumers to decide :)

— 6 months ago

#random